High school tutorial for you ungrateful freshmen

Achtung!: indo dan english campur aduk jadi satu. 

So, the freshmen year is coming up. SOON. How are you feeling lads and lass? Excited? Scared? Apapun yang kalian rasakan, lupakan aja, karena masa SMA itu enggak kaya HSM. Serius. SMA gila mana sih yang tiap menit nyanyi-nyanyi? Keroyokan pula.

Bisa dibilang masa SMA itu biasa aja. Statis. Lo masuk sekolah jam 7, pulang jam 2 atau 3 atau kalau ada ekskul atau tugas sekolah lu bisa pulang sampai jam 6. Atau kalau di kasus gue, baru pulang dari sekolah jam 10 malam. Ga setiap hari sih.

Oke, memang ada sedikit perbedaan dari masa SMP. Untuk beberapa orang yg SMP-nya peraturannya ketat banget mungkin bakal mikir kalau SMA itu… enak banget soalnya peraturannya lebih longgar dan sekarang kita boleh bawa motor dan mobil dan bawa HP (whoo!). The cons is that you should act more mature because school will treat you as adult. Deal with your own shit, nigga. School pampering you no more 😐

Dan orang-orang yg bakal lo temui di SMA nanti bakal 1000000x lebih emosional dan egois dari masa SMP. Not that JHS is not shitty enough, in HS everyone’s already grown ups and older but they’re still kids and therefore sucks. Ego semua orang gede banget. Semuanya mau menang, mau populer, mau punya senpai kaya dan ganteng sebagai pacar biar gengsi dan egonya yg udah gede makin gede lagi. Masa galau juga bakal lebih wow dan lebih lama dari masa SMP–bahkan cuma gegara penghapus butut hilang aja galau-nya berhari-hari dan sampai dicurhatin ke semua sosial media mainstream yg eksis.

Dan mendadak status semua orang bahasanya puitis memabukkan. Dan alay. Literally.

Bukan maksud gue untuk memupuskan harapan kalian yg kelewat tinggi, tapi cuma mau meluruskan kalau masa SMA itu enggak bagus-bagus amat. Enggak kaya Glee apalagi HSM. Okay mungkin kalau Glee masih bisa relate beberapa hal, tapi pastinya jumlahnya DIKIT banget. Kuncinya disini adalah ga usah banyak ngarep. SMA itu bukan soal main-main, have fun atau cari pacar, tapi sibuk dan pontang-panting cari nilai biar bisa dapat undangan ke uni populer.

Well, bukan berarti gue enggak bolehin kalian untuk have fun atau cari pacar, tapi kalau ortu kalian punya ekspektasi tinggi (aka strict asian parents) buat kalian mending duduk manis di rumah dan ulang lagi pelajaran yg diajarin di sekolah ya ♥.

Tentunya hal-hal ini ga akan terjadi kalau kalian belum masuk SMA. Dan tau apa hal yg terjadi sebelum kalian resmi jadi anak SMA? Yep, MOS >:).

MOS itu berbeda dari satu SMA ke SMA lainnya. Ada yg MOS-nya ketat tapi ga banyak keluar uang (i.e: telat 5 menit push up 20x, ngomong sedikit langsung kena hukuman lari lapangan, etc), MOS-nya agak nyante tapi barang yg harus dibawa enggak nyante (macam sekolah gue nih lol), atau ada yg MOS-nya ribet banget pakai teka-teki yg aneh-aneh dan susah untuk dipecahkan. Macam-macam, tergantung seberapa iseng, usil, modal, atau nyebelin OSIS SMA lo nanti :))

Kalau semisal kalian enggak bisa menemukan barang yg diminta kakak-kakak nyebelin itu minta, kalian ganti aja jadi barang lain dan ganti nama barang itu. Semisal kalian disuruh bawa pensil dari merk gak terkenal, kalian beli aja pensil faber castell dan tip-ex nama faber castell jadi nama merk pensil itu. Ga harus pensil faber castell, tergantung kreatifnya kalian aja. Atau kalau semisal temen sekelas ada yg tau pensil itu kalian nitip aja sama doi. Jangan lupa kasih uangnya juga yak.

Atau kalau kalian disuruh bawa makanan, JANGAN bawa banyak-banyak. Waktu makan kalian bakal dibatasi, jadi bawa sedikit aja, soalnya berdasarkan pengalaman gue kalau makanan kalian enggak habis bakal dikoleksi sama OSIS dan ga jelas lagi nasibnya gimana. Dan kalau disuruh bawa koran atau majalah biasanya bakal di-kilo dan uangnya masuk ke uang kas OSIS.

Hal terpenting dari MOS adalah, meskipun lo enggak tau barang apa itu, lo bawa aja barang subtitut yg MIRIP sama barang yg diminta. Yg penting lo ngumpul barang itu, beres. Semua senang dan lo enggak kena hukum.

Yg kedua adalah respect, respect, respect. Dari tahun ke tahun gue lihat adek-adek kelas makin kurang ajar dan kurang hormat sama kakak kelas. Is saying sorry that hard for you?? Bitch. Lu boleh aja pasang act suka-suka gue, tapi bukan berarti lo hilang respect sama kakak kelas. Untuk beberapa anak, bikin kakak OSIS marah adalah the ultimate goal dari MOS, tapi apa itu worth it? Mungkin, tergantung kakak OSIS yg ditugaskan untuk jadi pamong lo. Kalau anaknya crybaby dan girly gitu mungkin lucu ngelihat dia nangis dan mohon-mohon sama kalian untuk tenang, tapi kalau yg jaga lebih galak dari penjaga penjara Guantanamo, mending ga usah cari gara-gara. Ga worth it. Di beberapa sekolah macam-macam sama kakak pamong bisa berujung dengan berurusan dengan guru, jadi mending ga usah. Tapi balik lagi ke seberapa gila, frustasi dan tebalnya kulit lo untuk mengadapi hujan liur dari kakak OSIS, dan kalau beruntung, guru.

Yg ketiga adalah sikap lo selama MOS. Sikap lo semasa MOS akan menentukan image apa yg bakal lo dapat selama jadi masa freshman atau bahkan sampai lo lulus nanti. Kalau hari pertama ekspresi muka lo udah kek grumpy cat, calon teman sekelas maupun seangkatan lo bakal menganggap lo itu orangnya songong, ga ramah, dan kasar. Padahal lo itu sebenernya orangnya sensitif dan peka dan baik banget ngalahin Santa.

First impression is important niggas, so keep this on mind. Sikap lo selanjutnya mungkin bisa merubah pendapat orang akan lo, but the bits from your first impression will stay on their mind for probably forever.

My dear nigga friend, Divar, shared some of his rules for surviving MOS:

Rule #1: Cuma lu yang selalu bener, temen seangkatan, junior, sama senior lu selalu salah
Rule #2: Kalo lu salah, liat lagi rule #1

Bisa dipakai kalau lu mau jadi though guy yg dihormati sama teman seangkatan dan juga senior, tapi kalau penampilan fisik lu enggak tough guy enough mending jangan deh. Ntar malah jadi bahan lawakan dan ujung-ujungnya jadi korban bully anak-anak. And by tough guy bukan berarti penampilan lu harus kek Rambo, tapi seenggaknya ada muka bad boy gitu lah. Tambah codet juga bagus tuh. (ini mau jadi tough guy atau preman tanah abang?) 

Also, this is only for teh lulz. Enggak bisa diterapkan setiap hari kalau enggak mau urusannya jadi panjang :]

Gue sendiri dapat impresi yg macam-macam, tapi kebanyakan orang setuju kalau gue itu arrogant, intimidating and mysterious with a dash of nerd. Arogan dan intimidating dari perilaku gue (sharp eyes, no smile, ga ada basa-basi, ga nyoba ngomong ke yg lain) dan nerd dari penampilan gue yg kata satu temen gue culun (kacamata dan behel). Jadi bisa disimpulkan kalau sikap dan juga penampilan lo memainkan peran penting dalam menentukan kelas sosial yang akan lo dapatkan.

Meskipun begitu bukan berarti lo bisa ke sekolah pakai sepatu Gosh, tas Prada, dan everything branded. KEEP IT IN IN MODERATION, MOS bukan ajang fashion week woy. Still be yourself, but the tweaked version of yourself. Being fake is not a crime, doing it way too much is. Orang juga butuh topeng kali. Ga usah sok naif juga, ga semua orang yg lo temui di SMA (dan terutama dunia nyata kalau udah kerja nanti) bener-bener jujur and mean every compliments they said to you.

Bakal ada banyak jenis orang yg bakal lu temui di SMA nanti. Tapi dari setahun ini yg menurut gue paling menyebalkan adalah queen bee dan tough guy. Queen bee, that girl who stole all attention to her, even though she isn’t that pretty but it’s because her amajjing social skill? Yeah, that one. Dan apa yg terjadi kalau dua queen bee diletakkan di satu kelas? Chaos. Dan though guy.. ahh, gak usah banyak omong soal yg ini deh. I admire guys who’s though, but those wannabes? No thank you, get out of my sight right now. Plain annoying.

Pada akhirnya, tetap be the tweaked version of yourself. Don’t be stupid, be yourself itu cuma untuk pussy yg enggak tahan sama kejamnya dunia nyata. Dan semangat!! Masa SMA itu cuma sekali, dan saat kuliah kalian bakal kangen masa ini karena tugas dan gurunya enggak sekejam di uni \ :v /

But still, respect your seniors. We seniors won’t hesitate to torn you off if you dare to bark bullshit in front of us.

Penulis adalah anak idiot yg baru saja naik kelas ke kelas XI Bahasa. Pertanyaan bisa dilempar ke tempat sampah terdekat. Ma’icih!

Advertisements

3 thoughts on “High school tutorial for you ungrateful freshmen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s